Fish

Tuesday, 28 February 2012

Makalah Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran Dengan Ketidakpastian Lingkungan


BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang Masalah
Di era yang semakin maju ini perkembangan dunia bisnis semakin pesat dan menunjukkan kemampuannya didalam mengelola suatu perencanaan yang optimal sehingga mencapai hasil yang optimal pula. Komponen utama dari perencanaan adalah anggaran,  yaitu rencana keuangan untuk masa depan. Karena system anggaran ini memberikan beberapa kelebihan untuk suatu organisasi diantaranya adalah memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan, menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan, menyediakan standar untuk evaluasi kinerja, serta memperbaiki komunikasi dan koordinasi.
Dalam kaitannya dengan anggaran pertisipatif memungkinkan para manajer tingkat bawah untuk turut serta dalam pembuatan anggaran. Anggaran ini menuntut adanya rasa tanggung jawab pada manajer tingkat bawah dan mendorong kreativitas. Namun beberapa manajer mungkin cenderung untuk mempersiapkan anggran terlalu tinggi atau terlalu ketat  atau biasa disebut senjangan anggaran yang dapat menurunkan tingkat kinerja
Beberapa peneliti mengidentifikasi bahwa senjangan anggaran dapat disebabkan oleh pandangan terhadap lingkungan. Duncan (1972) mendefinisikan lingkungan sebagai totalitas faktor sosial dan fisik yang berpengaruh terhadap perilaku pembuat keputusan dalam organisasi. Govindarajan (1986) menyatakan bahwa hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran adalah positif dalam kondisi ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Di dalam lingkungan relatif stabil (ketidakpastian rendah), individu dapat memprediksi keadaan di masa yang akan datang sehingga langkah-langkah yang akan dilakukannya dapat membantu organisasi menyusun rencana dengan lebih akurat.

1.2  Rumusan Masalah
1.2.1   Bagaimanakah pengertian anggaran, manfaat, serta proses dalam penyusunan anggaran?
1.2.2   Apakah pengertian partisipasi anggaran serta senjangan anggaran itu?
1.2.3   Bagaimanakah pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran?
1.2.4   Bagaimanakah hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan ketidakpastian lingkungan?

1.3  Tujuan Pembahasan
1.3.1   Mengetahui pengertian anggaran, manfaat, serta proses dalam penyusunan anggaran
1.3.2   Mengetahui pengertian partisipasi anggaran serta senjangan anggaran
1.3.3   Mengetahui dan menjelaskan pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran
1.3.4   Mengetahui hubungan antara partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan ketidakpastian lingkungan

1.4  Manfaat Pembahasan
Menjelaskan pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran dengan ketidakpastian lingkungan



BAB II
PEMBAHASAN


2.1 Pengertian Anggaran, manfaat, serta proses dalam penyusunan anggaran
2.1.1 Pengertian Anggaran
Anggaran merupakan rencana keuangan untuk masa depan dimana merupakan komponen utama dari perencanaan. Perencanaan sendiri adalah pandangan kedepan untuk melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan-tujuan tertentu. Menurut Supriyono (2001:62) “anggaran adalah suatu rencana terinci yang dinyatakan secara formal dalam ukuran kuantitatif, biasanya dalam satuan uang, untuk menunjukkan perolehan dan penggunaan sumber-sumber suatu organisasi dalam jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun”. Anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka waktu satu tahun bertujuan untuk membawa perusahaan ke kondisi tertentu yang diinginkan dengan sumber daya tertentu yang diperhitungkan.

2..1.2 Manfaat Anggaran
1.      Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan
Anggaran memaksa manajer untuk mengembangkan arah umum bagi organisasi, mengantisipasi masalah dan mengembangkan kebijakan untuk masa depan
2.      Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pembuatan keputusan
Bila suatu perusahaan telah mengetahui perkiraan pendapatan, biaya perlengkapan, biaya lab, utilitas, gaji, dan hal lainnya maka dengan otomatis perusahaan tersebut akan melakukan keputusan yang bisa mencegah timbulnya masalah dan menghasilkan status keuangan yang lebih baik.
3.      Menyediakan standar untuk evaluasi kinerja
Anggaran memberikan standar yang dapat mengendalikan penggunaan berbagai sumber daya perusahaan dan memotivasi karyawan 
4.      Memperbaiki komunikasi dan koordinasi
Anggaran secara formal mengomunikasikan rencana organisasi pada tiap karyawan. Jadi semua karyawan dapat menyadari peranan dan pencapaian tujuan-tujuan tersebut.


2.1.3 Proses Penyusunan Anggaran
          Penyusunan anggaran merupakan proses pembuatan rencana kerja untuk jangka waktu  satu tahun, yang dinyatakan dalam satuan moneter dan satuan kuantitatif yang lain (Mulyadi, 2001:488). Proses penyusunan anggaran manajer pusat pertanggungjawaban berperan serta dalam menyusun usulan anggaran serta mengadakan negosiasi dengan manajer diatasnya yang memberikan peran kepadanya.
Proses penyusunan penganggaran dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu metoda top down (metoda dari atas ke bawah), bottom up (metoda dari bawah ke atas), dan partisipasi. Proses penyusunan penganggaran ‘top-down’ manajer puncak menyusun anggaran untuk organisasi secara keseluruhan, termasuk untuk level bawah (Blocher,2000:384). Menurut Shim (2000:4) “proses penganggaran ’bottom-up’ dimulai dari tingkat dasar atau tingkat operasional (departemental)”. Sasaran dari tingkat operasional ini harus konsisten dengan keseluruhan sasaran korporasi. Proses penyusunan penganggaran yang efektif, biasanya merupakan kombinasi dari pendekatan penganggaran ’top-down’ dengan pendekatan ‘bottom-up’. Anggaran partisipatif ialah anggaran yang menyelaraskan tujuan perusahaan dengan tujuan para karyawannya, serta mempunyai peluang sukses yang lebih untuk keberhasilan operasi.
Proses penganggaran biasanya meliputi pembentukan komite anggaran; menentukan periode anggaran; spesifikasi pedoman anggaran; penyusunan usulan anggaran awal/dasar (initial budget); negosiasi anggaran, review, dan persetujuan, dan revisi anggaran (Blocher,2000:356).


2.2 pengertian partisipasi anggaran serta senjangan anggaran
2.2.1 Pengertian Partisipasi anggaran
            Menurut Kennis (1979) ”partisipasi adalah sebagai tingkat keikutsertaan manajer dalam menyusun anggaran dan pengaruh anggaran tersebut terhadap pusat pertanggungjawaban manajer yang bersangkutan”.
Oleh karena manajer tingkat bawah yang membuat anggaran, tujuan anggaran tampaknya akan lebih menjadi tujuan pribadi para manajer, yang menghasilkan kesesuaian tujuan yang lebih besar. Peningkatan tanggung jawab dan tantangan yang inhern dalam proses tersebut memberikan insentif non-uang yang mengarah pada tingkat kinerja yang lebih tinggi.
Anggaran yang akan digunakan sebagaimana mestinya akan menjadi  alat pembantu yang positif dalam menetapkan standar prestasi kerja, dalam mendorong tercapainya sasaran, dalam mengukur hasil, dan dalam mengarahkan perhatian pada bidang yang memerlukan penyelidikan

2.2.2 Pengertian senjangan anggaran
Senjangan anggaran (budgetary slack) adalah perbedaan jumlah anggaran yang diajukan oleh bawahan dengan jumlah estimasi yang terbaik dari organisasi ( Anthony dan Govindradjan,2001).
Hansen dan Mowen(1997) mengungkapkan didalam anggaran partisipatif dapat pula timbul permasalahan, antara lain:
1). Atasan atau bawahan akan menetapkan standar anggaran yang terlalu tinggi ataupun terlalu rendah,
2). Bawahan akan membuat budgetary slack dengan cara mengalokasikan sumber dari yang dibutuhkan, dan
     3).  Terdapat partisipasi semu.
Masalah yang sering muncul dari adanya keterlibatan manajer tingkat bawah/menengah dalam menyusun anggaran (partisipasi anggaran) adalah penciptaan senjangan aggaran. Para peneliti akuntansi menemukan bahwa senjangan anggaran dipengaruhi oleh beberapa faktor termasuk diantaranya partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran (Yuwono,1999).  Schiff dan Lewin (1970) menyatakan bahwa bawahan menciptakan senjangan anggaran karena dipengaruhi oleh keinginan dan kepentingan pribadi sehingga akan memudahkan pencapaian target anggaran, terutama jika penilaian prestasi manajer ditentukan berdasarkan pencapaian anggaran.
.

2.3 Pengaruh Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran
Siegel dan Marconi (1989) menyatakan bahwa partisipasi bawahan dalam penyusunan anggaran mempunyai hubungan yang positif dengan pencapaian tujuan organisasi. Maksudnya adalah semakin tinggi partisipasi, semakin tinggi pula kesenjangan anggaran yang dihasilkan.
Penelitian yang dilakukan oleh Lowe dan Shaw  dalam Yuwono (1998), Lukka (1988) dan Young (1985) telah menguji secara empiris bahwa senjangan anggaran terjadi karena bawahan memberi informasi yang bias kepada atasan dengan cara melaporkan biaya yang lebih besar atau melaporkan pendapatan yang lebih rendah. Sedangkan penelitian menurut Camman (1976), Dunk (1993), Merchant (1985) dan Onsi (1973) menyatakan bahwa dengan adanya partisipasi bawahan dalam proses penyusunan anggaran justru akan mengurangi kecenderungan untuk menciptakan senjangan anggaran.
  .

2.4 Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Terhadap Senjangan Anggaran  Dengan Ketidakpastian Lingkungan
Menurut Darlis (2000) ketidakpastian lingkungan merupakan kondisi lingkungan yang tidak pasti yang akan membuat individu untuk melakukan senjangan anggaran. Hal ini disebabkan, individu tersebut tidak memiliki informasi yang cukup untuk memprediksi masa depan secara tepat.  Suatu organisasi hidup di tengah-tengah lingkungannya sehingga organisasi tersebut harus berinteraksi dengan lingkungannya.
Ketidakpastian lingkungan merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan organisasi melakukan penyesuaian terhadap kondisi organisasi dengan lingkungan.  Individu akan mengalami ketidakpastian lingkungan yang tinggi jika merasa lingkungan tidak dapat diprediksi dan tidak dapat memahami bagaimana komponen lingkungan akan berubah (Miliken, 1978).
Kemampuan memprediksi keadaan di masa datang pada kondisi ketidakpastian lingkungan yang rendah dapat juga terjadi pada individu yang berpartisipasi dalam penyusunan anggaran. Kemampuan menganalisis informasi tersebut akan dapat mendukung atasan dalam penyusunan anggaran jika bawahan bersedia memberikan infromasinya kepada atasannya.  Namun dapat juga terjadi sebaliknya, bawahan tidak memberikan informasi tersebut kepada atasannya karena ada pertimbangan kepentingan pribadinya.  Dalam kondisi tersebut, bawahan dapat melakukan senjangan anggaran.
Menurut Simon (1962) bagi atasan kemudahan untuk memperoleh informasi bukan berarti memudahkannya menyusun perencanaan  yang akurat. Atasan tetap akan kesulitan memahami semua informasi yang masuk apalagi dalam hal yang menyangkut bidang yang kondisi teknisnya hanya dapat dipahami oleh bawahan yang membidanginya. Sebaliknya, penelitian oleh Gul dan Chia dalam Ikhsan (2007) menunjukkan bahwa kinerja akan meningkat pada ketidakpastian lingkungann yang tinggi, karena manajer akan berusaha mencari innformasi yang cukup untuk kepentingan perusahaan.
 


BAB III
KESIMPULAN


Partisipasi anggaran berpengaruh terhadap senjangan anggaran. Pengaruh partisipasi anggaran terhadap senjangan anggaran menunjukkan pengaruh positif yang berarti semakin tinggi partisipasi, maka akan semakin tinggi juga senjangan anggaran. Namun apabila partisipasi tersebut dilaksanakan dengan kriteria yang baik maka kesenjangan anggaran dapat dikendalikan.
Dalam kaitannya dengan ketidakpastian lingkungan, ketidakpastian lingkungan tidak berpengaruh dalam memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan senjagan anggaran karena didalam memoderasi hubungan antara partisipasi anggaran dan senjangan anggaran hal yang paling dominan adalah kejujuran dari tiap manajer tersebut.


No comments:

Post a Comment