There was an error in this gadget

Tuesday, 28 February 2012

Modal Kerja (working capital)


Modal kerja (working capital) adalah investasi perusahaan dalam jangka pendek yang melekat pada aktiva lancar seperti kas, surat-surat berharga, piutang dan persediaan. Modal kerja bersih (net working capital) adalah selisih antara piutang dengan hutang lancar di atas hutang lancar. Termasuk dalam hutang lancar adalah hutang dagang, hutang bank, hutang promis, hutang upah, hutang pajak dan hutang jangka pendek lainnya.
          Siklus arus kas ditentukan oleh tiga faktor dasar, yaitu (1) periode konversi (pengubahan) persediaan yang merupakan indikator waktu yang diperlukan perusahaan untuk mengkonversikan persediaan bahan baku, persediaan barang dalam proses dan persediaan barang jadi menjadi barang yang dijual kepada konsumen, (2) periode konversi piutang yang merupakan indikator waktu yang diperlukan untuk mengkonversi piutangnya menjadi kas, (3) periode penundaan pembayaran. Dengan kata lain faktor pertama dan kedua menunjukkan lamanya dana perusahaan terikat dalam persediaan dan piutang, sedangkan faktor ketiga menunjukkan lamanya perusahaan menggunakan dana suplier barang sebelum saat keharusan membayar secara tunai.
          Contoh soal berikut akan memberikan kejelasan tentang bagaimana manajer keuangan mengelola modal kerja secara baik.
Baker company mempunyai neraca pada akhir tahun 1998 sebagai berikut:

Debit


Kredit

Current assets
Rp  6.000.000
Current liabilities
Rp  3.000.000
Fixed assets
Rp 18.000.000
Long tern debt
Rp 21.000.000
Total assets
Rp 24.000.000
Total liabilities
Rp 24.000.000

Ditanyakan:
1. Hitunglah
     a.  Profit on total assets (rate of return)
     b.  Financing cost
     c.  Current ratio
     d.  Jika are of return on current assets 8%, rate of return on fixed assets 20%, Cost of current liabilities 12% dan Long tern debt 16%.
2. Seandainya perusahaan ingin menurunkan net working capital sebesar Rp 1.000.000,-. Penurunan disebabkan berkurangnya current assets atau bertambahnya current liabilities. Berdasarkan perhitungan (1a dan 1b) manakah yang lebih baik, menurunkan current assets atau menaikkan current liabilities.

Penyelesaian:
1. Rate of return on current assets 8%xRp 6.000.000      = Rp        480.000
     Rate of return on fixed assets 20%xRp18.000.000     = Rp     3.600.000  +
     Total profit                                                                   = Rp     4.080.000 
     a. Rate of return on total assets = = 17%
          Cost of current liabilities 12%xRp 3.000.000    = Rp            360.000
          Cost of long term debt 16%xRp 21.000.000     = Rp         3.360.000  +
      b. Total cost financing                                            = Rp         3.720.000
     c. Current ratio = = 200%
2.  Menurunkan current assets
     Rate of return on current assets 8%xRp 5.000.000                           =Rp  400.000
     Rate of return on fixed assets 20%xRp18.000.000                         = Rp  3.600.000        +
     Rate of return on total assets = = 17,39%
     Current ratio = = 150%
     Perbandingan hasil perhitungan
Item
Semula
Penurunan CA
Penurunan CL
ROR on total assets
17%
17,39%
17%
Cost if financing
Rp3.720.000
Rp 3.720.000
Rp 3.600.000
Current ratio
200%
167%
150%

Kesimpulan:
Jika dilakukan penurunan current assets mengakibatkan rate of return meningkat 0,39%, dan cots of financial tetap, tetapi current ratio turun menjadi 167%.
Jika dilakukan penambahan current liabilities mengakibatkan rate of return tetap dan cots of financing turun, tetapi current ratio turun menjadi 150% yang mengakibatkan tingkat resiko lebih besar. Jadi lebih baik menambah current assets.

materi dari ibu satya maharani, FE. UM

1 comment:

  1. bagaimana yah cara menghitung Kebutuhan Modal Kerja perusahaan jasa?
    thx

    ReplyDelete